photo anigif_zpsjxkgri7k.gif
Headlines News :

Subscribe me

Daftar Yahoo Buat Akun Email Gratis Indonesia

KORAN BATANGHARI

Koran Batanghari selalu menyapa pagi anda dengan berita - berita tentang seputar Batanghari.
Koran Batanghari sangat beda dengan Koran-koran pada umumnya, Koran Batanghari memiliki warna tersendiri dalam penyajian berita.

Dewan Penasehat: Khaerul Khisam, SH.MH - General Manager/Pimpinan Redaksi: Joni Firdaus - Wakil Pimpinan Redaksi: Asbihani,SE - Redaktur Pelaksana: Reza Pahlevi - Wartawan Liputan: - (muara bulian), Ferry Gustari (pemayung-bajubang), Maman Supriadi, SH (tembesi-bathin XXIV), Pirdana (msi-mersam-msu) - Editing: Bihan, Reza - Pemasaran: Erwin,Zainul,Hamdan- Bendara: -

Alamat redaksi: Jln. jend. sudirman km 3 Muara Bulian kode pos: 36613 Hp: 085366050425 - 085381821887

salam redaksi

Apakah anda menyukai blog ini ?

Tampilkan postingan dengan label Maro Sebo Ulu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maro Sebo Ulu. Tampilkan semua postingan

Miris, Melihat RKB Di Desa Peninjauan



MAROSEBO ULU – Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara maksimal, maka diperlukan proses pembelajaran yang kondusif dengan melibatkan semua komponen pembelajaran secara optimal. Salah satu komponen penting yang menjadikan proses pembelajaran menjadi lancar dan kondusif adalah ruang kelas.

Namun, hal itu belum di rasakan bagi Siswa dan Siswi di Sekolah Dasar Negeri 23/1 Desa Peninjauan Kecamatan Marosebo Ulu. Ternyata sekolah ini masih ada fasilitas bangunan ruang kegiatan belajar bagi siswa yang menggunakan dinding papan.

Pantauan Koran Batanghari dilapangan,  selain infrastruktur bangunannya yang sudah rusak, ruang kelas yang berdinding papan ini juga di gunakan siswa dan siswi berkisar 45 orang. Dan hal tersebut tentu sangat tidak nyaman bagi siswa dan siswi yang belajar di ruag kelas yang berdinding papan disekolah itu.

Salah seorang guru Kelas SD N 23/1 Desa Peninjauan Samsul Hidayat Saat dikonfirmasi Koran Batangharimengakui, bahwa kondisi infrastruktur bangunan yang ada di sekolahnya sudah sangat memprihatinkan dan sebagian atapnya sudah banyak yang rusak berat. Samsul juga menambahkan bahwa pihak sekolah sudah lama mengusulkan untuk membangun fasilitas Ruang kelas Baru (RKB). “kami sudah lama mengusulkan hal ini, namun sampai saat ini belum ada realisasi ataupun tanggapan dari dinas terkait.” Ungkapnya

Lanjutnya,selama lebih kurang empat tahun dirinya mengajar di sekolah tersebut, Kondisi bangunan SD N 23/1 ini sudah mengalami kerusakan pada bagian dindingnya, Dan atapnya juga mengalami kerusakan.

Permohonan yang sudah lama di ajukan Pihak Sekolah untuk rehab Ruang kegiatan belajar bagi siswa-siswi di SD N 23/1 Desa Peninjauan ke Dinas terkait. sejak masa pimpinan Kepala dinas PdK Batanghari Hadra Minnida.

Kondisi sebagian fasilitas bangunan ruang kelas bagi siswa ini sangat memprihatinkan. Bahkan atapnya juga sudah banyak rusak dan rapuh dimakan rayap. “ kelas yang di gunakan siswa dalam satu kelas sebanyak 45 orang ini, kayu penyangganya sudah banyak yang lapuk termakan bubuk atau rayap. Bahkan, dinding papannya sudak banyak yang jebol.” Ucapnya

Karena tidak ada ruang kelas yang lain, murid SD 23/1 Desa Peninjauan yang di pimpin oleh A.Kadir ini terpaksa menggunakan kelas yang berdinding Papan tersebut untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Hal itu dilakukan pihak sekolah karena belum adanya bantuan dari Dianas PdK Kabupaten Batanghari.

Pihak Sekolah berharap kepada Pemerintah Kabupaten Batanghari melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK) Batanghari. Untuk segera memperhatikan Sekolah Dasar ini dengan memeberikan bantuan untuk membangun Ruang Kelas baru (RKB) bagi siswa dan siswi untuk kegiatan belajar mengajar. Sebab, sekolah ini menurutnya sudah bertahun-tahun tidak di perhatikan oleh dinas terkait. (Pir)





SD N 23/1 Desa Peninjauan Kekurangan Tenaga Pendidik


SD N 23/1 Desa Peninjauan Kekurangan Tenaga Pendidik
 MAROSEBO ULU - Sekolah Dasar Negeri 23/1 Desa Peninjauan Kecamatan Marosebo Ulu saat ini masih membutuhkan tenaga Pendidik. Pasalnya, di SD N 23/1 ini merupakan salah satu sekolah yang masih kekurangan tenaga Pendidik atau Guru Kelas di Kabupaten Batanghari.

Pantauan Koran Batanghari dilapangan, Selain Ruang kelas belajar di SD N 23/1 ini masih menggunakan fasilitas bangunan yang berdinding papan, SD tersebut juga sampai saat ini masih kekurangan guru kelas Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Akibatnya, Dengan adanya guru Honorer di SD tersebut berkisar lima orang, maka siswa yang belajar di SD N 23/1 ini terpaksa di bantu dengan Guru Honorer untuk menutupi kekurangan guru yang di alami SD ini.

Salah Seorang Guru kelas Samsul Hidayat saat di konfirmasi Koran Batanghari mengatakan, SD 23/1 ini sampai Sekarang masih kekurangan tenaga pendidik. Dan hal ini terpaksa dibantu oleh guru honorer. “ kami disini memiliki guru honorer sebanyak lima orang. Terpaksa pada saat ini di bantu oleh guru honor.” Ucapnya

Lanjutnya, di SD ini tidak hanya kekurangan guru kelas saja. Dari jumlah RKB yang ada pada saat ini berjumlah 10 unit ruang kelas. Namun, Ada dua bangunan ruang kelas yang masih berdinding papan. Dan kelas yang berdinding papan itu di gunakan oleh siswa dalam satu kelasnya sebanyak 45 orang siswa.

Samsul Menambahkan, Hal tersebut juga pernah di ajukan oleh pihak Sekolah ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK), bahkan SD N 23/1 Desa Peninjauan ini juga pernah di kunjungi oleh Kepala Dinas PdK Kabupaten Batanghari. Yang pada saat itu masih di pimpin oleh Ahmad AR. “ Pihak Sekolah sudah mengajukan ke Dinas PdK. Bahkan, dari zaman pak Ahmad AR, dan beliau pun sudah pernah mengunjungi SD ini. Namun sampai saat ini belum ada realisasinya.” Tuturnya

Pihak Sekolah dari SD N 23/1 Desa Peninjauan berharap, kekurangan guru yang di alami Sekolah ini agar dapat segera di atasi. Sementara itu, kekurangan ruang kelas belajar juga di harapkan dapat di realisasikan secepatnya oleh Dinas terkait. (Pir)

Masih Ada RKB Yang Berdinding Papan


Masih Ada RKB Yang Berdinding Papan

MAROSEBO ULU – Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara maksimal, maka diperlukan proses pembelajaran yang kondusif dengan melibatkan semua komponen pembelajaran secara optimal. Salah satu komponen penting yang menjadikan proses pembelajaran menjadi lancar dan kondusif adalah ruang kelas.

Namun, hal itu belum di rasakan bagi Siswa dan Siswi di Sekolah Dasar Negeri 23/1 Desa Peninjauan Kecamatan Marosebo Ulu. Ternyata sekolah ini masih ada fasilitas bangunan ruang kegiatan belajar bagi siswa yang menggunakan dinding papan.

Pantauan Koran Batanghari dilapangan,  selain infrastruktur bangunannya yang sudah rusak, ruang kelas yang berdinding papan ini juga di gunakan siswa dan siswi berkisar 45 orang. Dan hal tersebut tentu sangat tidak nyaman bagi siswa dan siswi yang belajar di ruag kelas yang berdinding papan disekolah itu.

Salah seorang guru Kelas SD N 23/1 Desa Peninjauan Samsul Hidayat Saat dikonfirmasi Koran Batangharimengakui, bahwa kondisi infrastruktur bangunan yang ada di sekolahnya sudah sangat memprihatinkan dan sebagian atapnya sudah banyak yang rusak berat. Samsul juga menambahkan bahwa pihak sekolah sudah lama mengusulkan untuk membangun fasilitas Ruang kelas Baru (RKB). “kami sudah lama mengusulkan hal ini, namun sampai saat ini belum ada realisasi ataupun tanggapan dari dinas terkait.” Ungkapnya

Lanjutnya,selama lebih kurang empat tahun dirinya mengajar di sekolah tersebut, Kondisi bangunan SD N 23/1 ini sudah mengalami kerusakan pada bagian dindingnya, Dan atapnya juga mengalami kerusakan.

Permohonan yang sudah lama di ajukan Pihak Sekolah untuk rehab Ruang kegiatan belajar bagi siswa-siswi di SD N 23/1 Desa Peninjauan ke Dinas terkait. sejak masa pimpinan Kepala dinas PdK Batanghari Hadra Minnida.

Kondisi sebagian fasilitas bangunan ruang kelas bagi siswa ini sangat memprihatinkan. Bahkan atapnya juga sudah banyak rusak dan rapuh dimakan rayap. “ kelas yang di gunakan siswa dalam satu kelas sebanyak 45 orang ini, kayu penyangganya sudah banyak yang lapuk termakan bubuk atau rayap. Bahkan, dinding papannya sudak banyak yang jebol.” Ucapnya

Karena tidak ada ruang kelas yang lain, murid SD 23/1 Desa Peninjauan yang di pimpin oleh A.Kadir ini terpaksa menggunakan kelas yang berdinding Papan tersebut untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Hal itu dilakukan pihak sekolah karena belum adanya bantuan dari Dianas PdK Kabupaten Batanghari.

Pihak Sekolah berharap kepada Pemerintah Kabupaten Batanghari melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK) Batanghari. Untuk segera memperhatikan Sekolah Dasar ini dengan memeberikan bantuan untuk membangun Ruang Kelas baru (RKB) bagi siswa dan siswi untuk kegiatan belajar mengajar. Sebab, sekolah ini menurutnya sudah bertahun-tahun tidak di perhatikan oleh dinas terkait. (Pir)



Warga Teluk Leban Inginkan Jembatan Beton


Warga Teluk Leban Inginkan Jembatan Beton
MAROSEBO ULU – Warga berharap jembatan yang tebuat dari kayu yang saat ini di gunakan diganti dengan jembatan beton. Sebab, jembatan yang berada di Desa Teluk Leban Kecamatan Marosebo Ulu ini tiang penyangganya sudah tidak kuat lagi untuk menahan beban kendaraan yang melintas.


Informasi yang behasil di himpun  Koran Batanghari dilapangan, jembatan yang di gunakan saat ini tidak sanggup lagi untuk menahan beban kendaraan yang melintas di atas jembatan tersebut. Bahkan, jembatan ini juga sering di perbaiki oleh pihak Perusahaan Sawit yang ada di wilayah tersebut. Namun, hal itu tidak akan bertahan lama.
Akibatnya, jembatan yang sudah rapuh dan termakan usia tersebut sangat dikeluhkan warga yang melintas dan menjadi penghambat bagi kendaraan roda empat yang hendak membawa hasil panen sawitnya.

Yani salah satu warga desa Teluk Leban saat di konfirmasi Koran Batanghari mengatakan, jembatan kayu ini merupakan bangunan tua yang sudah lama di gunakan warga sekitar. Selain jembatan yang sudah tua dan termakan usia ini, tiang penyangga juga banya yang rapuh. “ jembatan kayu yang sudah tua ini, keberadaannya sering menjadi penghambat bagi warga sekitar. Khususnya kendaraan roda empat yang hendak melintas di atas jembatan tersebut untuk membawa hasil panen sawit.” Jelasnya

Lanjutnya, jembatan yang materialnya secara keseluruhan terbuat dari kayu, saat ini sudah banyak tiang dan papan penyangga yang sudah rapuh dan tidak terikat lagi dengan tiang bantalan. “ lihat saja, banyak tiang penyangga yang sudah rusak dan tidak sanggup lagi menahan beban kendaraan yang berat. Saya khawatir jika di biarkan terlalu lama, tidak menutup kemungkinan jembatan ini akan ambruk.” Keluhnya

Sementara itu Ali Ahbar salah seorang Anggota DPRD Batanghari yang saat itu melintas di Jembatan tersebut saat di konfirmasi Koran Batanghari mengatakan, bahwa jembatan tersebut sudah sering di perbaiki oleh pihak Perusahaan Sawit bersama warga sekitar. Karena, jembatan ini tiang penyangganya sudah tidak kuat lagi menahan beban berat yang melintas. “ perbaikan jembatan ini sering di lakukan oleh pihak perusahaan yang berada disini. Bahkan sebelumnya pihak Perusahaan sudah memberikan tali yang terbuat dari baja sebagai penahan bagi jembatan itu. agar jembatan itu tidak ambruk saat kendaraan yang membawa sawit melintasi jembatan tersebut.” Ucapnya

Menurutnya, jembatan kayu tersebut sudah selayaknya diganti dengan jembatan beton seperti jembatan yang ada di Desa-Desa lain. Sebab, jembatan ini bukan hanya menjadi tempat perlintasan bagi warga Desa Teluk Leban saja, beberapa Desa yang ada di wilayah tersebut juga melintasi jembatan tersebut. “saat ini wajar jika warga mengeluhkan kondisi jembatan yang berada di desa Teluk Leban ini. Selain sudah tua, jembatan ini kan termasuk jembatan penghubung bagi warga yang berada di desa-desa lain.” Ungkapnya
Ali Ahbar berharap, jembatan ini segera diganti oleh Pemkab Batanghari dengan jembatan beton. Agar masyarakat yang hendak melintas di atas jembatan tersebut tidak merasa khawatir lagi, dan hal itu juga dapat melancarkan para petani yang akan membawa hasil panennya. (Pir)

Geger…!!! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang Di Sungai

Mayat tanpa identitas
MAROSEBO ULU – Jum’at pagi (03/3/2015), warga Desa Padang Kelapo Kecamatan Marosebo Ulu digegerkan dengan penemuan sesosok mayat Perempuan yang mengambang disungai Batanghari. Jasad perempuan tanpa identitas tersebut ditemukan warga dengan keadaan sudah membusuk.
Informasi yang berhasil dihimpun Koran Batanghari, Mayat perempuan yang berkisar umur 28 Tahun tersebut ditemukan warga mengambang dipinggir sungai Batanghari hanya menggunakan pakaian daster dan tanpa menggunakan pakaian dalam.
Pada saat kejadian warga Padang Kelapo langsung mengevakuasi mayat tersebut, setelah itu, warga langsung menghubungi pihak Polsek Marosebo Ulu guna untuk di tindak lanjuti.
Kanit Polsek Marosebo Ulu Iswan Hadi saat dikofirmasi Koran Batanghari melalui Ponselnya mengatakan,  jasad tersebut belum di ketakui identitasnya, dan saat ini belum dapat di ketahui penyebab pastinya. “jasadnya ditemukan oleh warga di pinggiran sungai Batanghari di Padang Kelapo. warga sekitar tidak ada yang mengenalinya, Sampai saat ini belum di ketahui identitasnya.” Kata Iswan
Lanjutnya, saat di evakuasi dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), Warga sekitar tidak ada yang mengenali jasad perempuan itu. Dan jasad tersebut pada saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Hamba Muara Bulian. Dugaan korban Pembunuhan atau Pemerkosaan, belum dapat dipastikan oleh pihak kepolisian Marosebo Ulu, karena butuh penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian setelah melakukan evakuasi terhadap jasad tersebut, melihat kondisi tubuhnya masih utuh dan masih menggunakan pakaian Daster. Dan setelah di evakuasi mayat tersebut langsung di bawah ke Puskesmas Simp.Sungai Rengas dan di bawa ke Rumah Sakit HAMBA Muara Bulian guna untuk dilakukan otopsi.
Saat ini pihak kepolisian masih mennggu hasil visum dari pihak Rumah Sakit Hamba Muara Bulian. Karena, pada saat di TKP polisi belum menemukan keganjalan atau belum menemukan tanda-tanda kekerasan terhadap jasad tersebut. “saat di evakuasi kondisi tubuh korban tidak di temukan bahwa ada tanda-tanda kekerasan. Kami saat ini belum bisa memastikan penyebabnya apa, karena masih menunggu hasil visum.” Ungkapnya. (Pir)





Waw,Jalan Desa Tebing Tinggi Hancur Total



Bupati di Minta Turun Tangan


MAROSEBO ULU – Persoalan infrastruktur kembali menjadi keluhan dan permasalahan, betapa tidak jalan menuju Tebing Jaya I daerah trans Simpang 1 Desa Tebing Tinggi hancur total,  bahkan kerusakaan tersebut sudah puluhan tahun lamanya, dan warga meminta agar bupati Batanghari turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Salah seorang warga Iwan saat di konfirmasi mengatakan bahwa persoalan jalan sudah puluhan tahun menjadi idaman masyarakat, sebab kondisi jalan sudah sangat parah, bahkan hampir tiap hari kendaraan roda dua yang jatuh akibat jalan tersebut licin.” Kami ingin jalan ini di perbaiki, minimal di lakukan pengerasa, sebab sudah puluhan tahun lamanya jalan ini rusak, dan kepada pak Bupati Batanghari agar turun menjenguk jalan ini,” keluh warga.

Dikatakan Iwan jika jalan ini tidak juga di perbaiki, berati pemerintah tidak peduli dengan masyarakat yang berada di daerah transmigrasi, padahal ribuan orang yang tinggal di daerah tersebut, bahkan daerah trans ini juga terdapat sarana pendidikan untuk para siswa menuntut ilmu.” Ada sekolah juga di daerah Tebing Jaya 1,dan ratusan siswa yang menuntut ilmu di tempat tersebut, dan jika pemerintah peka terhadap kepentingan rakyat, maka jalan tersebut tolong di perbaiki secepatnya.” Kata iwan.

Hal senada juga di sampaikan oleh Parmin salah seorang petani, bahwa hampir tiap hari dirinya membawa hasil karet unutk di bawa keluar.” Sayo tiap hari melintasi jalan ini, karena membawa hasil kebun, namun jika hujan tidak bisa keluar takut jatuh,” ucapnya.
Di sampaikan Parmin bahwa jalan yang licin dan berlumpur berkisar 250 Meter. Namun sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Batanghari terkesan tutup mata dan tidak ada kepedulian.” Cubolah lihat jalan kami ini, karena hanya ini jalan satu – satunya yang biasa di lintasi masyarakat, bahkan anak sekolah juga melintasi jalan ini, dan tidak jarang guru dan siswa berjalan kaki untuk melewati jalan tersebut,” imbuhnya.

Pantuan koran Batanghari di lapangan kondisi jalan sudah sangat parah, bahkan jika hujan jalan tersebut nyaris tidka bisa lagi di lewati. Dan tidak hanya menghambat pengendara yang melintas saja, akibat dari rusaknya jalan tersebut sering kali membuat para guru terjatuh terutama ibu-ibu guru yang membawa motor.Padahal Idris selaku Kepala Desa Tebing Tinggi sudah kerap melakukan usulan ke Dinas PU Batanghari namun hingga kini belum ada hasilnya.dan jika di lihat Daerah trans Simpang 1 Desa Tebing Tinggi merupakan jalan yang paling buruk di Kabupaten Batanghari. (Pir)













 

Berita Luar Negeri

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN PAGI KORAN BATANGHARI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger